Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) struktur database sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas pada bagian sebelumnya.
Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan basis data, yaitu:
Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan data yang dibuat oleh user dalam sebuah organisasi.
Rancangan konseptual (Conceptual Design) tujuannya: untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur informasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan informasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
Rancangan Implementasi (Implementation Design) tujuannyal: untuk memetakan model data logis (logical data model) kedalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ER-D ke Relasi.
Rancangan fisik (Physdical Design). Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network, dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
· Model detail oleh Database Specialist
· Diagram Entity-Relationship
· Normalisasi
· Spesifikasi hardware/software
SAO NO NE
Kamis, 19 Desember 2013
Jumat, 18 Oktober 2013
Minggu, 15 September 2013
SELECT STATEMENT SQL
elemen dasar sql
elemen dasar sql terdiri dari pernyataan,nama,tipe data,konstanta,ekspresi dan fungsi bawaandisi ni kita hanya membahas pernyataan
1.ALTER mengubah struktur tabel
2.COMMIT mengakhiri sebuah eksekusu transaksi
3.CREATE menciptakan table,indeks
4. DELETE menghapus baris pada table
5.DROP menghapus table,indeks
6.GRANT menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau group pengguna
7.INSERT menambahkan sebuah baris pada table
8.REVOKE membatalkan hak terhadap basis data
9.ROLLBACK mengembalikan ke dalam bentuk semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan
10.SELECT memilih baris dan kolom pada tabel11.UPDATE mengubah nilai pada sebuah baris
Sintaks Pernyataan SELECT SQL:
SELECT column_list FROM table-name
[WHERE Clause]
[GROUP BY clause]
[HAVING clause]
[ORDER BY clause];http://beginner-sql-tutorial.com/id/sql-select-statement.htm
http://faizmoen.blogspot.com/2012/10/pembahasan-sql.html
Kamis, 05 September 2013
Structured Query Language
Pengertian SQL
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
Standarisasi
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.
Pemakaian dasar
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.
Kategori
SQL memiliki 3 kategori perintah
1 Data Definition Language (DDL), yakni perintah2 yang digunakan untuk mendefinisikan (menciptakan, tambah/mengubah/hapus) sturktur data/tabel
2 Data manipulation language (DML), yakni perintah yang digunakan untuk memanipulasi database (melihat, menenusuri, filtering, summarize, perhitungan, dll)
3 Data Control Language (DCL, digunakan untuk mengedalikan database
Perintah Perintah dalam Data Base
Perintah-perintah dalam SQL bisa disebut dengan query.
Ada tiga sub perintah:
1. DDL -> Data Definition Language
2. DML -> Data Manipulation Language
3. DCL -> Data Control Language
I. Data Definition Language
Ini adalah perintah dasar untuk membangun kerangka nya database, seperti:
CREATE: Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
Nanti kita bahas bagaimana cara untuk menggunakan perintah ini.
ALTER: Perintah ini digunakan untuk mengubah strukturnya tabel yang sudah jadi sebelumnya.
Seperti mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom,
bisa juga untuk memberikan atribut pada kolom.
DROP: Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
II. Data Manipulation Language
Ini adalah perintah untuk memanipulasi data dalam database yang sudah dibuat. Perintah-perintahnya seperti:
INSERT: Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
SELECT: Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
Data yang kita ambil bisa kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung atau melalui tampilan aplikasi.
UPDATE: Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE: Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel
2.1 Tujuan SQL
Tujuan dari pemakaian SQl dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan database, diantaranya :
• Memanggil data dari satu table atau lebih
• Memanipulasi data
• Mendapatkan ringkasan informasi
• Membuat, memodifikasi atau menghapus table
• Membuat atau menghapus index
3.2. Fungsi (Function ) SQL
MS SQL Server memiliki beberapa fungsi untuk manipulasi data antara lain,
• a. Fungsi string atau karakter
• b. Fungsi tanggal
• c. Fungsi matematika
• d. Fungsi system atau fungsi scalar
• e. Fungsi User Defined
• f. Fungsi tambahan yang dapat digunakan untuk mengubah (konversi) dari data yang satu ke data yang lain.
sumber :
http://nyoman.staf.narotama.ac.id/files/2012/01/mohriyan-SQL.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/SQL
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
Standarisasi
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.
Pemakaian dasar
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.
Kategori
SQL memiliki 3 kategori perintah
1 Data Definition Language (DDL), yakni perintah2 yang digunakan untuk mendefinisikan (menciptakan, tambah/mengubah/hapus) sturktur data/tabel
2 Data manipulation language (DML), yakni perintah yang digunakan untuk memanipulasi database (melihat, menenusuri, filtering, summarize, perhitungan, dll)
3 Data Control Language (DCL, digunakan untuk mengedalikan database
Perintah Perintah dalam Data Base
Perintah-perintah dalam SQL bisa disebut dengan query.
Ada tiga sub perintah:
1. DDL -> Data Definition Language
2. DML -> Data Manipulation Language
3. DCL -> Data Control Language
I. Data Definition Language
Ini adalah perintah dasar untuk membangun kerangka nya database, seperti:
CREATE: Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
Nanti kita bahas bagaimana cara untuk menggunakan perintah ini.
ALTER: Perintah ini digunakan untuk mengubah strukturnya tabel yang sudah jadi sebelumnya.
Seperti mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom,
bisa juga untuk memberikan atribut pada kolom.
DROP: Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
II. Data Manipulation Language
Ini adalah perintah untuk memanipulasi data dalam database yang sudah dibuat. Perintah-perintahnya seperti:
INSERT: Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
SELECT: Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
Data yang kita ambil bisa kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung atau melalui tampilan aplikasi.
UPDATE: Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE: Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel
2.1 Tujuan SQL
Tujuan dari pemakaian SQl dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan database, diantaranya :
• Memanggil data dari satu table atau lebih
• Memanipulasi data
• Mendapatkan ringkasan informasi
• Membuat, memodifikasi atau menghapus table
• Membuat atau menghapus index
3.2. Fungsi (Function ) SQL
MS SQL Server memiliki beberapa fungsi untuk manipulasi data antara lain,
• a. Fungsi string atau karakter
• b. Fungsi tanggal
• c. Fungsi matematika
• d. Fungsi system atau fungsi scalar
• e. Fungsi User Defined
• f. Fungsi tambahan yang dapat digunakan untuk mengubah (konversi) dari data yang satu ke data yang lain.
sumber :
http://nyoman.staf.narotama.ac.id/files/2012/01/mohriyan-SQL.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/SQL
Kamis, 27 Desember 2012
REAL RESUME MU
TUGAS RESUME
MANAJEMEN UMUM
1.
Pengertian manajemen
a.
Manajemen sebagai ilmu (Luther Gulick),
manajemen adalah suatu hal atau ilmu yang harus dipelajari secara terus menerus
b.
Manajemen sebagai Seni (Mary Parker Follett),
manajemen adalah mengarahkan atau mengelolah sumber daya
c.
Manajemen sebagai Planning, Organizing, Leading,
dan Controlling
(James A.F, R.Edward Freeman, and Daniel R.Gilbert, JR)
Simpulan :
-
Manajemen selalu diterapkan dalam hubungan
dengan usaha suatu kelompok manusia
-
Dalam pengertian manajemen selalu terkandung
tujuan tertentu yang akan dicapai oleh kelompok yang bersangkutan
2.
Pengertian Organisasi
Edgar H. Schein : koordinasi yang bersifat rasional yang
dilakukan oleh sejumlah orang demi mencapai sejumlah tujuan yang jelas, lewat
pembagian kerja atau fungsi, dan lewat suatu hirarki otoritas dan pertanggung
jawaban
Dalam suatu organisasi terdapat Tujuan, Struktur dan Manusia
Keberhasilan Organisasi :
1.
Mampu tidaknya manajer menjalankan fungsi
manajemennya
2.
Tersedianya tenaga operasional yang terampil
sesuai dengan bidangnya
3.
Tersedianya anggaran yang memadai
4.
Tersedianya sarana dan prasarana kerja
5.
Adanya mekanisme kerja yang sesuai
6.
Iklim kerja yang positif
3.
Proses Manajemen
a.
Planning
Mendefinisikan tujuan, membangun strategi, dam mengembangkan
rencana untuk mengkoordinasikan semua kegiatan
b.
Organizing
Menentukan apa tugas-tugas yang harus dilakukan dan siapa yang
melakukannya, bagaimana tugas-tugas harus dikelompokkan, siapa melapor kepada
siapa dan dimana
c.
Actuating
Memotivasi karyawan, mengarahkan kegiatan orang lain dalam
sebuah tim yang baik
d.
Controlling
Proses pemantauan kinerja, membandingkannya dengan tujuan dan
mengoreksi penyimpangan yang terjadi secara signifikan
4.
Manager
a.
Identifying manager
1.
First Line Manager
2.
Middle Manager
3.
Top Manager
b.
Fungsi manager
²
Fungsi administrative, penentuan tujuan,
perencanaan, penyesuaian, dll.
²
Pengarahan dengan memotivasi supervise dan
komunikasi
c.
Klasifikasi manager
²
Manager fungsional, hanya menangani satu
kegiatan organisasi
²
Manager umum, menangani satuan kerja secara keseluruhan
d.
General skill for managers
a)
First line manager => TECHNICAL SKILL
Kemampuan menggunakan peralatan / prosedur
b)
Middle manager => INTERPERSONAL / HUMAN SKILL
Kemampuan memahami dan memotivasi individu
c)
Top manager => CONCEPTUAL SKILL
Kemampuan untuk melakukan POAC
5.
Lingkungan organisasi
Adalah individu atau kelompok yang secara langsung atau
tidak langsung di pengaruhi atau mempengaruhi organisasi dalam mencapai
tujuannya.
a.
Pembagian lingkungan
²
Lingkungan Internal : struktur, budaya, sumber
daya, pemegang saham
²
Lingkungan eksternal :
l
Makro : ekonomi, teknologi, politik, hukum,
sosiokultural
l
Mikro : pemasok tenaga kerja, psaing lembaga
keuangan, pelanggan, pemerintah
6.
Planning
Adalah tujuan organisasi, suatu pernyataan tentang keadaan
yang diinginkan. Meliputi :
Ø
Pedoman bagi kegiatan
Ø
Sumber legitimasi
Ø
Standar pelaksaan
Ø
Sumber motivasi
Ø
Dasar rasional pengorganisasian
a.
Penetapan tujuan yang baik
²
Spesifik : jelas apa yang diinginkan
²
Realistic : bisa dicapai
²
Terukur : memilii ukuran-ukuran tertentu untuk
menentukan keberhasilan
b.
Tujuan dalam proses perencanaan
²
Tujuan (Goals) : hasil akhir yang diharapkan
dapat tercapai oleh individu, kelompok atau seluruh anggota organisasi
²
Rencana (Plans) : konsep dan dokumentasi tentang
bagaimana tujuan akan dicapai
c.
Manfaat perencanaan
²
Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri
dengan perubahan lingkungan
²
Memudahkan pemahaman manajer terhadap
keseluruhan gambaran kegiatan
²
Pembagian tanggung jawab lebih cepat
²
Dapat memberikan perintah dengan tepat
²
Memudahkan koordinasi antar bidang organisasi
²
Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti,
sehingga dapat menghemat dana, waktu dan usaha
d.
Persyaratan perencanaan
²
Factual dan realistis (nyata dan dapat
dilakukan)
²
Logis dan rasional (dapat dicapai)
²
Fleksibel (dapat berubah)
²
Komitmen (dukungan/komitmen dari seluruh anggota
organisasi)
²
Komprehensif/menyeluruh (dilakukan bersama –
bersama)
e.
Tipe perencanaan
²
Breadh => strategic => operational
²
Timeframe => long time => short time
²
Specificaty => directional => specific
²
Frequency of uses => single use =>
standing
f.
Tahapan perencanaan
²
Menetapkan tujuan / serangkaian tujuan
²
Merumuskan keadaan saat ini
²
Mengidentifikasi kemudahan dan hambatan
²
Mengembangkan rencana / serangkaian kegiatan
untuk mencapai tujuan
g.
Perencanaan yang baik
²
Kegunaan
²
Ketepatan dan obyektifitas
²
Ruang lingkup
²
Efektifitas biaya
²
Akuntabilitas
²
Ketepatan waktu
h.
Hambatan perencanaan
Hambatan perencanaan adalah ketidaksediaan dan ketidakmampuan
perencanaan untuk melakukan kegiatan perencanaan
i.
Masalah dapat diketahui dari
²
Pengalaman masa lalu
²
Ketidak sesuaian dengan rencana
²
Dari orang lain’
²
Prestasi pesaing
7.
Decision Making
Ø
Decision
Pembuatan sebuah pilihan / keputusan 2 atau lebih alternative
Ø
Decision making process
Ø
Problem
GAP, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan yang terjadi
sebenarnya
Ø
Decision Criteria
Factor yang relevant dengan keputusan
a.
Decision Making Process
Ø
Step 1 : Identifiyng a Problem
²
Problem => perbedaan antara dan yang sudah
ada
²
Characteristic problem
l
Suatu masalah menjadi masalah ketika seorang
manajer menjadi sadar akan hal itu
l
Ada tekanan untuk memecahkan masalah
Ø
Step 2 : Identifying Decision Criteria
²
Biaya yang akan dikeluarkan
²
Adanya resiko (kemungkinan gagal)
Ø
Step 3 : Allocating Weights to The Criteria
Criteria keputusan itu tidak sama halnya dengan :
²
Menentukan bobot untuk setiap item
²
Menempatkan item dalam urutan prioritas yang
benar pentingnya
Ø
Step 4 : Developing Alternative
Identifying viable alternatives
²
Mendata yang diinginkan, TANPA MENGEVALUASI
Ø
Step 5 : Analyzing Alternative
Menganalisa alternative, kekuatan dan kelemahan dari tiap –
tiap alternative
Ø
Step 6 : Selecting an Alternative
Memilih alternative terbaik, yaitu alternative dengan angka
atau bobot tertinggi
Ø
Step 7 : Implementing The Alternative
Hasil alternative yang telah diseleksi harus diimplementasikan
dengan komunikasi effectife
Ø
Step 8 : Evaluating Decision Effectiveness
Adalah langka terakhir, apa yang diambil dapat menyelesaikan
masalah yang kita hadapi atau tidak
b.
Type of Problem and Decision
Ø
Structured Problem
Ø
Unstructured Problem
c.
Pengambilan Keputusan Yang Efektif
Ø
Memahami perbedaan budaya
Ø
Tahu kapan saatnya untuk berhenti
Ø
Gunakan proses pengambilan keputusan yang
efektif
8.
Pengorganisasian
Adalah proses penyusunan organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi dan sumber daya yang dimilikinya. Desain organisasi adalah
kerangka kerja bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur
organisasi
a.
Tujuan organisasi
²
Membagi pekerjaan yang harus dilakukan ke
sejumlah departemen
²
Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi
²
Membangun hubungan antar individu, kelompok dan
departemen
²
Menetapkan garis wewenang
²
Mengalokasikan dan menggunakan sumber daya
secara optimal
b.
Factor yang mempengaruhi struktur organisasi
²
Strategi Organisasi
²
Skala Organisasi
²
Teknologi
²
Lingkungan
c.
4 Pilar Pengorganisasian
Ø
Pilar Pertama
Pembagian kerja (division of work) / spesialisasi kerja.
Dikelompokan berdasarkan criteria tertentu sejenis. Pengelompokan pekerjaan
atau departementalisasi pada dasarnya adalah proses pengelompokan dan
penamaan bagian atau kelompok. Pekerjaan berdasarkan criteria tertentu :
²
Tipe Departementalisasi
²
Berdasarkan fungsional
²
Berdasarkan geografis
²
Berdasarkan produk
²
Berdasarkan proses
²
Berdasarkan customer
Ø
Pilar Kedua
Pengelompokan pekerjaan (departementalisasi). Yaitu upaya
menyederhanakan seluruh kegiatan dan pekerjaan, menjadi lebih sederhana dan
spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap
kegiatan yang sederhana dan spesifik.
Ø
Pilar Ketiga
Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (Hierarchy).
Hierarchy adalah proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik
secara vertical maupun secara horizontal. Terdapat dua konsep penting, yaitu :
a.
Rantai komando
b.
Rentang kendali
Factor – factor rentangm kendali :
²
Keahlian dan kemampuan manajer
²
Karakteristik karyawan
²
Sifat pekerjaan yang sedang dikerjakan
²
Kesamaan tugas
²
Kerumitan tugas
²
Standarisasi pekerjaan yang ditetapkan
Ø
Pilar Keempat
Koordinasi (Coordination). Adalah proses dalam
mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam
organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.
a.
3 Macam Saling Ketergantungan
l
Saling ketergantungan menyatu
l
Saling ketergantungan timbal balik
b.
Masalah – masalah Pencapaian Koordinasi yang
Efektif
l
Perbedaan orientasi terhadap tujuan tertentu
l
Perbedaan dalam orientasi waktu
l
Perbedaan dalam orientasi antar pribadi
l
Perbedaan dalam formalitas struktur
9.
WEWENANG
Wewenang adalah
kuasa untuk menjalankan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan – keputusan
secara tepat. Adapun jenis kewenangan adalah :
a.
Kewenangan
Lini
b.
Kewenangan
Staf
c.
Kewenangan
Fungsional
Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan individu
atau kelompok untuk mempengaruhi keyakinan atau tindakan orang atau kelompok
lain. Adapun sumber dari kekuasaan adalah :
a.
Kekuasaan
balas jasa (reward power)
b.
Kekuasaan
paksaan
c.
Kekuasaan
sah
d.
Kekuasaan
pengendalian informasi
e.
Kekuasaan
panutan
f.
Kekuasan
ahli
10. DELEGASI
Delegasi atau
pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas orang alin yang sah atau
terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam melakukan
berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang jika
tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut. Menurut
Koontz & O’Donnell dalam Reksohadiprodjo, 1992, pendelegasian yang efektif
adalah sebagai berikut :
a.
Rencana
dan kebijakan harus jelas
b.
Tanggung
jawab dan wewenang dibatasi
c.
Seleksi
orang yang akan diberi wewenang
d.
Komunikasi
terbuka
e.
Adanya
sistem pengawasan
11. PERSONALIA ORGANISASI
Adalah manajemen
yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pembeian latihan, dan pengembangan
anggota – anggota organisasi serta merupakan strategi organisasi untuk terus
menerus berkompetisi.
Ø Proses penyusunan personalia
1.
Perencanaan
sumber daya manusia, yang dirancang untuk menjamin kegiatan dan pemenuhan
kebutuhan personalia organisasi
2.
Penarikan,
yang berhubungan dengan pengadaan calon – calon personalia segaris dengan
rencana sumber daya manusia
3.
Seleksi,
mencakup penilaian dan pemilihan diantara calon – calon personalia
4.
Pengenalan
dan orientasi, yang dirancang untuk membantu individu – individu yang terpilih
menyesuaikan diri dengan lancar dalam organisasi
5.
Latihan
dan pengembangan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan perseorangan
dari kelompok untuk mendorong efektivitas organisasi
6.
Penilaian
pelaksanaan kerja, dilakukan dengan membandingkan antara pelaksanaan kerja
perseorangan dan standar-standar yang dikembangkan bagi posisi tersebut
7.
Pemberian
balas jasa dan penghargaan, yang disediakan bagi karyawan sebagai kompensasi
pelaksanaan kerja dan sebagai motivasi bagi pelaksaan di waktu akan datang
8.
Perencanaan
dan pengembangan karier, yang mencakup transfer (promosi), penugasan kembali,
pemecatan, pemberhentian atau pensiun.
Ø Fungsi proses penyusunan personalia
a.
Memastikan
bahwa karyawan yang dipilih adalah yang berkompeten
b.
Memberikan
karyawan pengetahuan dan keterampilan yang up-to-date untuk dapat melakukan
pekerjaan mereka
c.
Memastikan
bahwa organisasi tersebut mempertahankan karyawan yang kompeten dan berkinerja
tinggi
12. PENGGERAKAN (ACTUATING)
Adalah keseluruhan
usaha, teknik dan metode untuk mendorong anggota organisasi agar mau dan ikhlas
bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi ekonomis.
Adapun unsur – unsur dalam penggerakan adalah :
a.
Mendapatkan
orang – orang yang cakap
b.
Mengatakan
kepada mereka apa yang ingin kita capai
c.
Menerangkan
cara mengerjakan
d.
Memberikan
otoritas
e.
Memberikan
inspirasi untuk mencapai sasaran
Ø Kegiatan Actuating :
1.
Pemilihan
orang yang tepat untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan dalam proses
pengorganisasian
2.
Memberikan
instruksi sebaik – baiknya dan mendorong orang untuk bekerja mencapai tujuan
yang telah ditentuka
13. KOMUNIKASI
Adalah proses
pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke
orang lain. komunikasi dapat berupa Lisan, Tulisan, dan Body Language.
Ø Fungsi komunikasi :
a.
Fungsi
kontrol : pengendalian perilaku
b.
Fungsi
motivasi : faktor meningkatkan motivasi
c.
Fungsi
ekspresi perasaan : penyampaian perasaan kepada orang lain
d.
Fungsi
informasi : penyampaian data/informasi, lebih lanjut berguna untuk pengambilan
keputusan
Ø Tipe saluran komunikasi :
a.
Komunikasi
vertikal
b.
Komunikasi
lateral/Horizontal
c.
Komunikasi
diagonal
Ø Kepemimpinan
Adalah
kemampuan untuk mempengaruhi kelompok meuju pencapaian sasaran.
14. PENGAWASAN
Adalah proses untuk
menjamin bahwa tujuan organisasi dan manajemen tercapai yaitu dengan bagaimana
kegiatan dapat sesuai dengan yang direncanakan. Pengawasan bertindak sebagai
kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.
Ø Proses perencanaan
1.
Penetapan
standar pelaksanaan
Meliputi : target
penjualan, keselamatan kerja
3 bentuk standar
umum :
l Standar fisik => kuantitas barang/jasa,
kualitas produk
l Standar moneter => biaya kerja,
pendapatan
l Standar waktu => batas waktu produksi
2.
Penetapan
pengukuran pelaksanaan
l Berapa kali dilakukan
l Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
l Siapa yang terlibat
3.
Pengukuran
pelaksanaan kegiatan
l Pengamatan (observasi)
l Laporan – laporan (lisan/tulis)
l Metode otomatis
l Inspeksi, pengujian (test)
4.
Perbandingan
dan analisa penyimpangan
5.
Pengambilan
tindakan koreksi bila diperlukan
Standar diubah,
pelaksanaan diperbaiki, atau keduanya dilakukan secara bersamaan
15. GLOBAL PERSPECTIVE
Beberapa pandangan
tentang Global Perpective :
² Parochialism
Pandangan sempit
terhadap dunia, ketidakmampuan mengenali perbedaan
² Sikap Etnosentris
Pandangan bahwa
pendekatan dan praktik kerja yang terbaik adalah seperti yang dinegara asal
² Sikap Polisentris
Pandangan bahwa
para manajer di negeri tuan rumah mengetahui pendekatan dan praktik kerja yang
terbaik untuk menjalankan bisnis mereka
² Sikap Geosentris
Pandangan yang
berorientasi pada dunia yang memusatkan perhatian pada penggunaan pendekatan
dan orang yang terbaik dari seluruh dunia
Ø Perbedaan jenis organisasi Global
a.
Multinational
Corporation (MNC)
Perusahaan yang
menyelenggarakan operasi di berbagai negara tetapi mengelola operasi dari basis
negara asal. Contoh : sony
b.
Multidomestic
Corporation
Perusahaan yang
mendesentralisasikan manajemen dan keputusan – keputusannya pada daerah lokal
c.
Global
Company
Perusahaan yang
mendesentralisasikan manajemen dan keputusan
- keputusannya pada negara tuan rumah.
16. Entrepreneur & Intrapreneur
Ø Entrepreneur
Menurut
Robbin & Coulter, Entrepeneur adalah dimana seorang individu atau kelompok
menggunakan usaha dan sarana yang dimilikinya untuk mengejar peluang dan
menciptakan nilai dengan melalui inovasi dan keunikan.
Ø Ciri utama Entrepeneur
1. Opportunity creating
2. Innovating
3. Calculated risk taking
Ø Entrepreneur Mindset
l Berorientasi pada aksi
l Berpikir simple
l Selalu mencari peluang baru
l Mengejar pe;uang dengan
disiplin Tinggi
l Hanya mengambil peluang
terbaik
l Focus pada eksekusi
l Memfokuskan energy setiap
orang dalam bisnis
Ø Tambahan
1. Karyawan : bekerja pada
orang lain, professional executive, (decision maker)
2. Intrapeneur : karyawan
dengan jiwa kewiraushaan (innovative dan tajam dalam melihat peluang). Yang dicari
adalah kemerdekaan dan akses terhadap resourse
3. Entrepreneur : memiliki
usaha yang dikembangkan sendiri, pengambil resiko
4. Social entrepreneur : pelaku
kegiatan social berwatak entrepreneur
5. Eco-preneur : wirausaha
dalam bidang lingkungan hidup
Ø Karakteristik Intrepeneur
1. Kreatif
2. Percaya diri
3. Memiliki rasa tanggung jawab
4. Mampu berkomunikasi dengan
baik
5. Terbuka menerima hal-hal
baru
6. Team player
7. Berdedikasi tinggi
8. Selalu bersyukur
9. Optimis
10. Berani mengambil resiko
17. E-BUSINESS & E-COMMERCE
Ø e-business adalah
kegiatan berbisnis di internet yang tidak saja meliputi pembelian, penjualan
dan jasa tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerjasama rekan bisnis
(baik individual maupun instansi).
Ø E-commerce adalah
suatu cara berbelanja atau berdagang secara fasilitas online atau direct
selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat
menyediakan layanan “get and deliver”.
Ø Variabilitas,
visibilitas dan velositas adalah 3hal penting dalam e-commerce.
Ø System e-commerce
Diklasifikasikan
menjadi 3 aplikasi yaitu :
l Electronic markets
(EMS)
Sebuah sarana yang
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau meyajikan
penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan
berbagai macam harga yang ditawarkan.
Contoh : penawaran iklan melalui website.
l Electronic data
interchange (EDI)
Sarana untuk
mengefisiensikan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang
dalam jumlah besar antara organisasi komersial.
Ø Internet commerce
Penggunaan
internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan.
Ø Karakteristik
e-commerce
1.
Transaksi tanpa batas
Dengan internet
usaha kecil dan menengah dapat transaksi 24jam tanpa batas.
2.
Transaksi anonym
harus bertatap muka dengan penjual.
Ø Permasalahan
e-commerce
1.
Keamanan (security) : fround atau penipuan.
2.
Regulasi atau hukum
3.
Bagaimana status dari digital signature.
4.
Kesiapan institusi
5.
Peran pemerintah
6.
Standaritas
7.
Regulasi
8.
Membangun dan mengelola insfratruktur
9.
Insetif
Langganan:
Postingan (Atom)