Kamis, 19 Desember 2013

Perancangan Basis Data

              Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) struktur database sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas pada bagian sebelumnya.
             Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan basis data, yaitu: Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan data yang dibuat oleh user dalam sebuah organisasi.
             Rancangan konseptual (Conceptual Design) tujuannya: untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur informasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan informasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi. Rancangan Implementasi (Implementation Design) tujuannyal: untuk memetakan model data logis (logical data model) kedalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ER-D ke Relasi.
            Rancangan fisik (Physdical Design). Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network, dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti: · Model detail oleh Database Specialist · Diagram Entity-Relationship · Normalisasi · Spesifikasi hardware/software

Minggu, 15 September 2013

SELECT STATEMENT SQL


elemen dasar sql
elemen dasar sql terdiri dari pernyataan,nama,tipe data,konstanta,ekspresi dan fungsi bawaandisi ni kita hanya membahas pernyataan
1.ALTER                mengubah struktur tabel
2.COMMIT             mengakhiri sebuah eksekusu transaksi
3.CREATE              menciptakan table,indeks
4. DELETE             menghapus baris pada table
5.DROP                 menghapus table,indeks
6.GRANT               menugaskan hak terhadap basis data kepada                                        pengguna atau group pengguna
7.INSERT               menambahkan sebuah baris pada table
8.REVOKE              membatalkan hak terhadap basis data
9.ROLLBACK          mengembalikan ke dalam bentuk semula sekiranya                              suatu transaksi gagal dilaksanakan
10.SELECT            memilih baris dan kolom pada tabel11.UPDATE                                    mengubah nilai pada sebuah baris

Sintaks Pernyataan SELECT SQL:


SELECT column_list FROM table-name 
[WHERE Clause]
[GROUP BY clause]
[HAVING clause]
[ORDER BY clause];

http://beginner-sql-tutorial.com/id/sql-select-statement.htm
http://faizmoen.blogspot.com/2012/10/pembahasan-sql.html

Kamis, 05 September 2013

Structured Query Language

Pengertian SQL
SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama EF Codd yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena permasalahan hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.


Standarisasi
Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.

Pemakaian dasar
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD)[1], namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.

Kategori
SQL memiliki 3 kategori perintah
1         Data Definition Language (DDL), yakni perintah2 yang digunakan untuk mendefinisikan (menciptakan, tambah/mengubah/hapus) sturktur data/tabel
2         Data manipulation language (DML), yakni perintah yang digunakan untuk memanipulasi database (melihat, menenusuri, filtering, summarize, perhitungan, dll)
3         Data Control Language (DCL, digunakan untuk mengedalikan database


Perintah Perintah dalam Data Base
Perintah-perintah dalam SQL bisa disebut dengan query.
Ada tiga sub perintah:
1.  DDL -> Data Definition Language
2.  DML -> Data Manipulation Language
3.  DCL -> Data Control Language


I.    Data Definition Language
Ini adalah perintah dasar untuk membangun kerangka nya database, seperti:
CREATE: Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
Nanti kita bahas bagaimana cara untuk menggunakan perintah ini.
ALTER:    Perintah ini digunakan untuk mengubah strukturnya tabel yang sudah jadi sebelumnya.
Seperti mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom,
bisa juga untuk memberikan atribut pada kolom.
DROP:       Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.


II.    Data Manipulation Language
Ini adalah perintah untuk memanipulasi data dalam database yang sudah dibuat. Perintah-perintahnya seperti:
INSERT:    Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
SELECT:    Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
Data yang kita ambil bisa kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung atau melalui tampilan aplikasi.
UPDATE:    Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE:    Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel


2.1 Tujuan  SQL
Tujuan dari pemakaian SQl dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan database, diantaranya :
•          Memanggil data dari satu table atau lebih
•          Memanipulasi data
•          Mendapatkan ringkasan informasi
•          Membuat, memodifikasi atau menghapus table
•          Membuat atau menghapus index
3.2. Fungsi (Function ) SQL
MS SQL Server memiliki beberapa fungsi untuk manipulasi data antara lain,
•          a.   Fungsi string atau karakter
•          b.   Fungsi tanggal
•          c.   Fungsi matematika
•          d.   Fungsi system atau fungsi scalar
•          e.   Fungsi  User Defined
•          f.   Fungsi tambahan yang dapat digunakan untuk mengubah (konversi) dari data yang satu ke data yang lain.

sumber :
http://nyoman.staf.narotama.ac.id/files/2012/01/mohriyan-SQL.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/SQL

Kamis, 27 Desember 2012

REAL RESUME MU


TUGAS RESUME
MANAJEMEN UMUM

1.   Pengertian manajemen
a.    Manajemen sebagai ilmu (Luther Gulick), manajemen adalah suatu hal atau ilmu yang harus dipelajari secara terus menerus
b.    Manajemen sebagai Seni (Mary Parker Follett), manajemen adalah mengarahkan atau mengelolah sumber daya
c.     Manajemen sebagai Planning, Organizing, Leading, dan Controlling
(James A.F, R.Edward Freeman, and Daniel R.Gilbert, JR)
Simpulan :
-       Manajemen selalu diterapkan dalam hubungan dengan usaha suatu kelompok manusia
-       Dalam pengertian manajemen selalu terkandung tujuan tertentu yang akan dicapai oleh kelompok yang bersangkutan
2.   Pengertian Organisasi
Edgar H. Schein : koordinasi yang bersifat rasional yang dilakukan oleh sejumlah orang demi mencapai sejumlah tujuan yang jelas, lewat pembagian kerja atau fungsi, dan lewat suatu hirarki otoritas dan pertanggung jawaban
Dalam suatu organisasi terdapat Tujuan, Struktur dan Manusia
Keberhasilan Organisasi :
1.    Mampu tidaknya manajer menjalankan fungsi manajemennya
2.    Tersedianya tenaga operasional yang terampil sesuai dengan bidangnya
3.    Tersedianya anggaran yang memadai
4.    Tersedianya sarana dan prasarana kerja
5.    Adanya mekanisme kerja yang sesuai
6.    Iklim kerja yang positif
3.   Proses Manajemen
a.    Planning
Mendefinisikan tujuan, membangun strategi, dam mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan semua kegiatan
b.    Organizing
Menentukan apa tugas-tugas yang harus dilakukan dan siapa yang melakukannya, bagaimana tugas-tugas harus dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa dan dimana
c.     Actuating
Memotivasi karyawan, mengarahkan kegiatan orang lain dalam sebuah tim yang baik
d.    Controlling
Proses pemantauan kinerja, membandingkannya dengan tujuan dan mengoreksi penyimpangan yang terjadi secara signifikan
4.   Manager
a.    Identifying manager
1.    First Line Manager
2.    Middle Manager
3.    Top Manager
b.    Fungsi manager
²  Fungsi administrative, penentuan tujuan, perencanaan, penyesuaian, dll.
²  Pengarahan dengan memotivasi supervise dan komunikasi
c.     Klasifikasi manager
²  Manager fungsional, hanya menangani satu kegiatan organisasi
²  Manager umum, menangani satuan kerja secara keseluruhan
d.    General skill for managers
a)    First line manager => TECHNICAL SKILL
Kemampuan menggunakan peralatan / prosedur
b)    Middle manager => INTERPERSONAL / HUMAN SKILL
Kemampuan memahami dan memotivasi individu
c)     Top manager => CONCEPTUAL SKILL
Kemampuan untuk melakukan POAC
5.   Lingkungan organisasi
Adalah individu atau kelompok yang secara langsung atau tidak langsung di pengaruhi atau mempengaruhi organisasi dalam mencapai tujuannya.
a.    Pembagian lingkungan
²  Lingkungan Internal : struktur, budaya, sumber daya, pemegang saham
²  Lingkungan eksternal :
l  Makro : ekonomi, teknologi, politik, hukum, sosiokultural

l  Mikro : pemasok tenaga kerja, psaing lembaga keuangan, pelanggan, pemerintah
6.   Planning
Adalah tujuan organisasi, suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan. Meliputi :
Ø  Pedoman bagi kegiatan
Ø  Sumber legitimasi
Ø  Standar pelaksaan
Ø  Sumber motivasi
Ø  Dasar rasional pengorganisasian
a.    Penetapan tujuan yang baik
²  Spesifik : jelas apa yang diinginkan
²  Realistic : bisa dicapai
²  Terukur : memilii ukuran-ukuran tertentu untuk menentukan keberhasilan
b.    Tujuan dalam proses perencanaan
²  Tujuan (Goals) : hasil akhir yang diharapkan dapat tercapai oleh individu, kelompok atau seluruh anggota organisasi
²  Rencana (Plans) : konsep dan dokumentasi tentang bagaimana tujuan akan dicapai
c.     Manfaat perencanaan
²  Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
²  Memudahkan pemahaman manajer terhadap keseluruhan gambaran kegiatan
²  Pembagian tanggung jawab lebih cepat
²  Dapat memberikan perintah dengan tepat
²  Memudahkan koordinasi antar bidang organisasi
²  Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, sehingga dapat menghemat dana, waktu dan usaha
d.    Persyaratan perencanaan
²  Factual dan realistis (nyata dan dapat dilakukan)
²  Logis dan rasional (dapat dicapai)
²  Fleksibel (dapat berubah)
²  Komitmen (dukungan/komitmen dari seluruh anggota organisasi)
²  Komprehensif/menyeluruh (dilakukan bersama – bersama)
e.     Tipe perencanaan
²  Breadh => strategic => operational
²  Timeframe => long time => short time
²  Specificaty => directional => specific
²  Frequency of uses => single use => standing
f.     Tahapan perencanaan
²  Menetapkan tujuan / serangkaian tujuan
²  Merumuskan keadaan saat ini
²  Mengidentifikasi kemudahan dan hambatan
²  Mengembangkan rencana / serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan
g.    Perencanaan yang baik
²  Kegunaan
²  Ketepatan dan obyektifitas
²  Ruang lingkup
²  Efektifitas biaya
²  Akuntabilitas
²  Ketepatan waktu
h.    Hambatan perencanaan
Hambatan perencanaan adalah ketidaksediaan dan ketidakmampuan perencanaan untuk melakukan kegiatan perencanaan
i.      Masalah dapat diketahui dari
²  Pengalaman masa lalu
²  Ketidak sesuaian dengan rencana
²  Dari orang lain’
²  Prestasi pesaing
7.   Decision Making
Ø  Decision
Pembuatan sebuah pilihan / keputusan 2 atau lebih alternative
Ø  Decision making process
Ø  Problem
GAP, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan yang terjadi sebenarnya
Ø  Decision Criteria
Factor yang relevant dengan keputusan
a.    Decision Making Process
Ø  Step 1 : Identifiyng a Problem
²  Problem => perbedaan antara dan yang sudah ada
²  Characteristic problem
l  Suatu masalah menjadi masalah ketika seorang manajer menjadi sadar akan hal itu
l  Ada tekanan untuk memecahkan masalah
Ø  Step 2 : Identifying Decision Criteria
²  Biaya yang akan dikeluarkan
²  Adanya resiko (kemungkinan gagal)
Ø  Step 3 : Allocating Weights to The Criteria
Criteria keputusan itu tidak sama halnya dengan :
²  Menentukan bobot untuk setiap item
²  Menempatkan item dalam urutan prioritas yang benar pentingnya
Ø  Step 4 : Developing Alternative
Identifying viable alternatives
²  Mendata yang diinginkan, TANPA MENGEVALUASI
Ø  Step 5 : Analyzing Alternative
Menganalisa alternative, kekuatan dan kelemahan dari tiap – tiap alternative
Ø  Step 6 : Selecting an Alternative
Memilih alternative terbaik, yaitu alternative dengan angka atau bobot tertinggi
Ø  Step 7 : Implementing The Alternative
Hasil alternative yang telah diseleksi harus diimplementasikan dengan komunikasi effectife
Ø  Step 8 : Evaluating Decision Effectiveness
Adalah langka terakhir, apa yang diambil dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau tidak
b.    Type of Problem and Decision
Ø  Structured Problem
Ø  Unstructured Problem
c.     Pengambilan Keputusan Yang Efektif
Ø  Memahami perbedaan budaya
Ø  Tahu kapan saatnya untuk berhenti
Ø  Gunakan proses pengambilan keputusan yang efektif
8.   Pengorganisasian
Adalah proses penyusunan organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi dan sumber daya yang dimilikinya. Desain organisasi adalah kerangka kerja bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi
a.    Tujuan organisasi
²  Membagi pekerjaan yang harus dilakukan ke sejumlah departemen
²  Mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi
²  Membangun hubungan antar individu, kelompok dan departemen
²  Menetapkan garis wewenang
²  Mengalokasikan dan menggunakan sumber daya secara optimal
b.    Factor yang mempengaruhi struktur organisasi
²  Strategi Organisasi
²  Skala Organisasi
²  Teknologi
²  Lingkungan
c.     4 Pilar Pengorganisasian
Ø  Pilar Pertama
Pembagian kerja (division of work) / spesialisasi kerja. Dikelompokan berdasarkan criteria tertentu sejenis. Pengelompokan pekerjaan atau departementalisasi pada dasarnya adalah proses pengelompokan dan penamaan bagian atau kelompok. Pekerjaan berdasarkan criteria tertentu :
²  Tipe Departementalisasi
²  Berdasarkan fungsional
²  Berdasarkan geografis
²  Berdasarkan produk
²  Berdasarkan proses
²  Berdasarkan customer
Ø  Pilar Kedua
Pengelompokan pekerjaan (departementalisasi). Yaitu upaya menyederhanakan seluruh kegiatan dan pekerjaan, menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik.
Ø  Pilar Ketiga
Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (Hierarchy). Hierarchy adalah proses penentuan relasi antar bagian dalam organisasi, baik secara vertical maupun secara horizontal. Terdapat dua konsep penting, yaitu :
a.    Rantai komando
b.    Rentang kendali
Factor – factor rentangm kendali :
²  Keahlian dan kemampuan manajer
²  Karakteristik karyawan
²  Sifat pekerjaan yang sedang dikerjakan
²  Kesamaan tugas
²  Kerumitan tugas
²  Standarisasi pekerjaan yang ditetapkan
Ø  Pilar Keempat
Koordinasi (Coordination). Adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.
a.    3 Macam Saling Ketergantungan
l  Saling ketergantungan menyatu
l  Saling ketergantungan timbal balik
b.    Masalah – masalah Pencapaian Koordinasi yang Efektif
l  Perbedaan orientasi terhadap tujuan tertentu
l  Perbedaan dalam orientasi waktu
l  Perbedaan dalam orientasi antar pribadi
l  Perbedaan dalam formalitas struktur
9.   WEWENANG
Wewenang adalah kuasa untuk menjalankan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan – keputusan secara tepat. Adapun jenis kewenangan adalah :
a.    Kewenangan Lini
b.    Kewenangan Staf
c.     Kewenangan Fungsional
 Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan individu atau kelompok untuk mempengaruhi keyakinan atau tindakan orang atau kelompok lain. Adapun sumber dari kekuasaan adalah :
a.    Kekuasaan balas jasa (reward power)
b.    Kekuasaan paksaan
c.     Kekuasaan sah
d.    Kekuasaan pengendalian informasi
e.     Kekuasaan panutan
f.     Kekuasan ahli
10. DELEGASI
Delegasi atau pelimpahan wewenang adalah proses pengalihan tugas orang alin yang sah atau terlegitimasi (menurut mekanisme tertentu dalam organisasi) dalam melakukan berbagai aktifitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang jika tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut. Menurut Koontz & O’Donnell dalam Reksohadiprodjo, 1992, pendelegasian yang efektif adalah sebagai berikut :
a.    Rencana dan kebijakan harus jelas
b.    Tanggung jawab dan wewenang dibatasi
c.     Seleksi orang yang akan diberi wewenang
d.    Komunikasi terbuka
e.     Adanya sistem pengawasan
11. PERSONALIA ORGANISASI
Adalah manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pembeian latihan, dan pengembangan anggota – anggota organisasi serta merupakan strategi organisasi untuk terus menerus berkompetisi.
Ø  Proses penyusunan personalia
1.    Perencanaan sumber daya manusia, yang dirancang untuk menjamin kegiatan dan pemenuhan kebutuhan personalia organisasi
2.    Penarikan, yang berhubungan dengan pengadaan calon – calon personalia segaris dengan rencana sumber daya manusia
3.    Seleksi, mencakup penilaian dan pemilihan diantara calon – calon personalia
4.    Pengenalan dan orientasi, yang dirancang untuk membantu individu – individu yang terpilih menyesuaikan diri dengan lancar dalam organisasi
5.    Latihan dan pengembangan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan perseorangan dari kelompok untuk mendorong efektivitas organisasi
6.    Penilaian pelaksanaan kerja, dilakukan dengan membandingkan antara pelaksanaan kerja perseorangan dan standar-standar yang dikembangkan bagi posisi tersebut
7.    Pemberian balas jasa dan penghargaan, yang disediakan bagi karyawan sebagai kompensasi pelaksanaan kerja dan sebagai motivasi bagi pelaksaan di waktu akan datang
8.    Perencanaan dan pengembangan karier, yang mencakup transfer (promosi), penugasan kembali, pemecatan, pemberhentian atau pensiun.
Ø  Fungsi proses penyusunan personalia
a.    Memastikan bahwa karyawan yang dipilih adalah yang berkompeten
b.    Memberikan karyawan pengetahuan dan keterampilan yang up-to-date untuk dapat melakukan pekerjaan mereka
c.     Memastikan bahwa organisasi tersebut mempertahankan karyawan yang kompeten dan berkinerja tinggi
12. PENGGERAKAN (ACTUATING)
Adalah keseluruhan usaha, teknik dan metode untuk mendorong anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi ekonomis. Adapun unsur – unsur dalam penggerakan adalah :
a.    Mendapatkan orang – orang yang cakap
b.    Mengatakan kepada mereka apa yang ingin kita capai
c.     Menerangkan cara mengerjakan
d.    Memberikan otoritas
e.     Memberikan inspirasi untuk mencapai sasaran
Ø  Kegiatan Actuating :
1.    Pemilihan orang yang tepat untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan dalam proses pengorganisasian
2.    Memberikan instruksi sebaik – baiknya dan mendorong orang untuk bekerja mencapai tujuan yang telah ditentuka
13. KOMUNIKASI
Adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain. komunikasi dapat berupa Lisan, Tulisan, dan Body Language.
Ø  Fungsi komunikasi :
a.    Fungsi kontrol : pengendalian perilaku
b.    Fungsi motivasi : faktor meningkatkan motivasi
c.     Fungsi ekspresi perasaan : penyampaian perasaan kepada orang lain
d.    Fungsi informasi : penyampaian data/informasi, lebih lanjut berguna untuk pengambilan keputusan
Ø  Tipe saluran komunikasi :
a.    Komunikasi vertikal
b.    Komunikasi lateral/Horizontal
c.     Komunikasi diagonal
Ø  Kepemimpinan
Adalah kemampuan untuk mempengaruhi kelompok meuju pencapaian sasaran.
14. PENGAWASAN
Adalah proses untuk menjamin bahwa tujuan organisasi dan manajemen tercapai yaitu dengan bagaimana kegiatan dapat sesuai dengan yang direncanakan. Pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.
Ø  Proses perencanaan
1.    Penetapan standar pelaksanaan
Meliputi : target penjualan, keselamatan kerja
3 bentuk standar umum :
l  Standar fisik => kuantitas barang/jasa, kualitas produk
l  Standar moneter => biaya kerja, pendapatan
l  Standar waktu => batas waktu produksi
2.    Penetapan pengukuran pelaksanaan
l  Berapa kali dilakukan
l  Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
l  Siapa yang terlibat
3.    Pengukuran pelaksanaan kegiatan
l  Pengamatan (observasi)
l  Laporan – laporan (lisan/tulis)
l  Metode otomatis
l  Inspeksi, pengujian (test)
4.    Perbandingan dan analisa penyimpangan
5.    Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan
Standar diubah, pelaksanaan diperbaiki, atau keduanya dilakukan secara bersamaan
15. GLOBAL PERSPECTIVE
Beberapa pandangan tentang Global Perpective :
²  Parochialism
Pandangan sempit terhadap dunia, ketidakmampuan mengenali perbedaan
²  Sikap Etnosentris
Pandangan bahwa pendekatan dan praktik kerja yang terbaik adalah seperti yang dinegara asal
²  Sikap Polisentris
Pandangan bahwa para manajer di negeri tuan rumah mengetahui pendekatan dan praktik kerja yang terbaik untuk menjalankan bisnis mereka
²  Sikap Geosentris
Pandangan yang berorientasi pada dunia yang memusatkan perhatian pada penggunaan pendekatan dan orang yang terbaik dari seluruh dunia
Ø  Perbedaan jenis organisasi Global
a.    Multinational Corporation (MNC)
Perusahaan yang menyelenggarakan operasi di berbagai negara tetapi mengelola operasi dari basis negara asal. Contoh : sony
b.    Multidomestic Corporation
Perusahaan yang mendesentralisasikan manajemen dan keputusan – keputusannya pada daerah lokal
c.     Global Company
Perusahaan yang mendesentralisasikan manajemen dan keputusan  - keputusannya pada negara tuan rumah.
16. Entrepreneur & Intrapreneur
Ø  Entrepreneur
Menurut Robbin & Coulter, Entrepeneur adalah dimana seorang individu atau kelompok menggunakan usaha dan sarana yang dimilikinya untuk mengejar peluang dan menciptakan nilai dengan melalui inovasi dan keunikan.
Ø  Ciri utama Entrepeneur
1.    Opportunity creating
2.    Innovating
3.    Calculated risk taking
Ø  Entrepreneur Mindset
l  Berorientasi pada aksi
l  Berpikir simple
l  Selalu mencari peluang baru
l  Mengejar pe;uang dengan disiplin Tinggi
l  Hanya mengambil peluang terbaik
l  Focus pada eksekusi
l  Memfokuskan energy setiap orang dalam bisnis
Ø  Tambahan
1.    Karyawan : bekerja pada orang lain, professional executive, (decision maker)
2.    Intrapeneur : karyawan dengan jiwa kewiraushaan (innovative dan tajam dalam melihat peluang). Yang dicari adalah kemerdekaan dan akses terhadap resourse
3.    Entrepreneur : memiliki usaha yang dikembangkan sendiri, pengambil resiko
4.    Social entrepreneur : pelaku kegiatan social berwatak entrepreneur
5.    Eco-preneur : wirausaha dalam bidang lingkungan hidup
Ø  Karakteristik Intrepeneur
1.    Kreatif
2.    Percaya diri
3.    Memiliki rasa tanggung jawab
4.    Mampu berkomunikasi dengan baik
5.    Terbuka menerima hal-hal baru
6.    Team player
7.    Berdedikasi tinggi
8.    Selalu bersyukur
9.    Optimis
10.  Berani mengambil resiko

17. E-BUSINESS & E-COMMERCE
Ø  e-business adalah kegiatan berbisnis di internet yang tidak saja meliputi pembelian, penjualan dan jasa tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerjasama rekan bisnis (baik individual maupun instansi).
Ø  E-commerce adalah suatu cara berbelanja atau berdagang secara fasilitas online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”.
Ø  Variabilitas, visibilitas dan velositas adalah 3hal penting dalam e-commerce.
Ø  System e-commerce
Diklasifikasikan menjadi 3 aplikasi yaitu :
l  Electronic markets (EMS)
Sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau meyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan.
Contoh : penawaran iklan melalui website.
l  Electronic data interchange (EDI)
Sarana untuk mengefisiensikan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi komersial.
Ø  Internet commerce
Penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan.
Ø  Karakteristik e-commerce
1.    Transaksi tanpa batas
Dengan internet usaha kecil dan menengah dapat transaksi 24jam tanpa batas.
2.    Transaksi anonym
 harus bertatap muka dengan penjual.
Ø  Permasalahan e-commerce
1.    Keamanan (security) : fround atau penipuan.
2.    Regulasi atau hukum
3.    Bagaimana status dari digital signature.
4.    Kesiapan institusi
5.    Peran pemerintah
6.    Standaritas
7.    Regulasi
8.    Membangun dan mengelola insfratruktur
9.    Insetif